Minggu, 22 November 2015

tokoh fisikawan.

Keterangan: (Klik nama Penemu untuk melihat biografi dan sejarah penemuannya)
  1. Albert Einstein - Jerman - teori relativitas.
  2. Alessandro Volta -  Italia - Penemu Batu baterai
  3. Archimedes - Yunani - Penemu hidrostatika, statika dan penjelasan dari prinsip tuas.
  4. Aristoteles
  5. Arthur Compton - Amerika serikat - Penemu efek compton
  6. Arthur Stanley Eddington - Inggris - Penemu astrofisika teori, penemu hukum massa kecemerlangan bintang 
  7. Blaise Pascal - Prancis - Penemu Mesin hitung
  8. Brian David Josephson - Britania Raya - Penemu Efek Josephson
  9. Carl Friedrich Gauss - Jerman - Penemu teori bilangan
  10. Charles-Augustin de Coulomb - Perancis - Penemu hukum coulomb
  11. Charles Wheatstone - Inggris - Penemu Stereogram, Jembatan Wheatstone, Playfair cipher
  12. Christian Doppler - Austria - Penemu efek Doppler
  13. Daniel Bernoulli - Belanda - Penemu Hukum Bernoulli
  14. Democritus - Yunani - Bapak Teori Atom
  15. Douglas Hartree - UK - Pengembang Analisis Numerik
  16. Edwin Hubble - Amerika - Penggagas hukum Hubble
  17. Enrico Fermi - Italia - Bapak bom atom
  18. Ernst Mach Austria peneliti Bilangan Mach, Prinsip Mach, Gelombang kejut, Gelombang Mach, Efek refleksi Mach
  19. Ernest Rutherford - Inggris - Penemu Proton
  20. Erwin Schrödinger - Austria - Mengembangkan Teori kuantum
  21. Evangelista Torricelli - Itali - Penemu Barometer air raksa
  22. Daniel Gabriel Fahrenheit - Jerman - Penemu Skala suhu Fahrenheit
  23. Galileo Galilei - Italia - Penemu Termometer tahun 1593
  24. Georg Ohm - Jerman - Penemu hukum Ohm
  25. George Eugene Uhlenbeck -  mengusulkan konsep elektron berputar
  26. Gottfried Wilhelm Leibniz - Jerman - Penggagas Kalkulus dan Biner
  27. Gustav Robert Kirchhoff - Jerman - Penggagas teori rangkaian listrik, spektroskopi, dan emisi radiasi benda hitam
  28. Giovanni Battista Venturi - Italia - Penemu efek Venturi
  29. Hans Christian Ørsted - Denmark - Peneliti hubungan antara listrik dan magnetisme
  30. Heinrich Hertz - Jerman - Penemu teori Radiasi Elektromagnetik dan Efek fotolistrik
  31. Henri becquerel - Perancis - Penemu Radio Aktifitas
  32. Hermann von Helmholtz - Jerman - penggagas Konservasi energi
  33. Hendrik Lorentz - Belanda - Penemu efek Zeeman
  34. Hiroshi Amano - Jepang - Penemu LED (Light-Emitting Diodes) warna biru yang efisien
  35. Hugo Tetrode - Belanda - fisikawan teoritis yang berkontribusi dalam fisika statistik, teori kuantum awal dan mekanika kuantum
  36. Irving Langmuir - Amerika - Penemu Kawat pijar dan tabung vacum tinggi
  37. Isaac Newton - Inggris - Penemu hukum grafitasi
  38. Isamu Akasaki - Jepang - Penemu Galium nitrida (GaN) terang dan Light Emitting Diode (LED) biru.
  39. James Clerk Maxwell - Penemu Spektrum Elektromagnetik
  40. James Chadwick - Inggris - Penemu Neutron
  41. James Watt - Inggris - Penemu Mesin uap
  42. Jean-Baptiste Biot - Perancis - Peneliti Cahaya Terpolarisasi
  43. Johannes Diderik van der Waals - Ilmuwan Persamaan Gas dan Cairan
  44. Johannes Hans Daniel Jensen - Je4man - Penggagas Model Kulit Nuklir 
  45. Johannes Kepler - Penemu hukum perputaran planet
  46. Johannes Robert Rydberg - Swedia - Penemu rumus Rydberg
  47. Johann Jakob Balmer - Swiss - Penemu Rumus Empiris Untuk Garis-Garis Spektrum Atom Hidrogen
  48. Johann Josef Loschmidt - Austria - 
  49. John Dalton - Inggris - Pencetus teori atom moderen
  50. John Douglas Cockcroft - Inggris - Berhasil Memecahkan Inti Atom 
  51. John Henry Poynting - Penemu  Efek Poynting di torsi
  52. John J. Montgomery- Perintis penerbangan
  53. Joseph Fourier- Perancis - Penemu Deret Fourier 
  54. Joseph Henry -Amerika - Penemu Penyebab Awal Terjadinya Bel Listrik dan Listrik estafet (Relay)
  55. Joseph John Thomson Inggris - Penemu Elektron 
  56. Joseph Louis Gay-Lussac -Perancis- penggagas Hukum Gay-Lussac dan Penemu boron
  57. Joseph-Louis Lagrange - Italia - Analitis Mekanika
  58. Joseph Plateau - Belgia - Penemu ilusi gambar bergerak
  59. Joseph Stefan - Austtria - Penemu Hubungan Antara Intensitas Dengan Suhu Benda yang Memancarkan 
  60. Klaus von Klitzing - Jerman - Penemu Efek Kuantum Hall 
  61. Lord Rayleigh - Inggris - penemu argon, hamburan Rayleigh, gelombang hamburan Rayleigh
  62. Louis-Victor de Broglie - Perancis - Penemu-Sifat-Gelombang-Elektron
  63. Leonhard Euler - Swiss - Penemu rumus matematika
  64. Ludwig Boltzmann - Austria - penggagas teori atomik
  65. Marie Curie - Polandia - Perintis Radiologi
  66. Max Planck - Jerman - Pencetus teori kuantum
  67. Michael Faraday - Inggris - Penemu Dinamo
  68. Niels Bohr- denmark - Penemu Teori Struktur Atom
  69. Nikola Tesla - Amerika - ahli listrik, kontributor keelektromagnetan
  70. Oliver Heaviside - Inggris - Matematikawan otodidak yang jenius
  71. Osborne Reynolds - Inggris - Penemu Bilangan Tak Berdimensi
  72. Otto Sackur - Jerman - Penggagas Persamaan Sackur-tetrode 
  73. Owen Willans Richardson Inggris - penemu emisi termionik
  74. Pierre Curie - Perancis - Pelopor Kristalografi, Magnetisme, Piezoelektrik dan Radioaktivitas
  75. Robert Boyle - Irlandia - Penemu pompa udara modern, korek api
  76. Thomas Alva Edison - Amerika serikat - Penemu bola lampu modern 
  77. Thomas Alva Edison - Amerika Serikat -Penemu Bola lampu, Proyektor film
  78. Thomas Townsend Brown - Amerika - Penemu Hubungan Antara Gaya Gravitasi Dengan Gaya Elektromagnetik
  79. Robert Andrews Millikan -  Amerika - Penemu harga muatan listrik
  80. Robert Hooke - Inggris - Penemu sel pertama kali
  81. Robert J. Van de Graff - Amerika - Penemu Alat Pembangkit Listrik Statis
  82. Samuel Goudsmit - Belanda/Amerika - Penggagas Konsep Elektron Berputar
  83. Stephen Hawking - Inggris - Fisikawan teoritis
  84. Victor Franz Hess - Austria/AS - Penemu SInar Kosmik 
  85. Werner Karl Heisenberg - Jerman - Teori prinsip ketidakpastian 
  86. Wilhelm Conrad Röntgen - Jerman - penemu sinar-x
  87. William Sturgeon - Inggris - Penemu elektromagnet 
  88. Wilhelm Wien - Jerman - Penemu Hukum Radiasi Panas
  89. Wolfgang Ernst Pauli - Austria-swiss -  - Penemu Hukum Alam baru, Prinsip Pengecualian (Prinsip Pauli)

Gejala Kapilaritas

College Loan Consolidation Tuesday, March 17th, 2015 - Kelas XI
Gejala kapilaritas adalah peristiwa naik atau turunnya zat cair di dalam pipa kapiler (pipa sempit). Kapilaritas dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi dan adhesi antara zat cair dengan dinding kapiler. Karena dalam pipa kapiler gaya adhesi antara partikel air dan kaca lebih besar daripada gaya kohesi antara partikel-partikel air, maka air akan naik dalam pipa kapiler. Sebaliknya raksa cenderung turun dalam pipa kapiler, jika gaya kohesinya lebih besar daripada gaya adhesinya.
Gejala Kapilaritas(a) Jika sudut kontak kurang dari 90°, maka permukaan zat cair dalam pipa kapiler naik (b) jika sudut kontak lebih besar dari 90°, maka permukaan zat cair dalam pipa kapiler turun.

Gejala Kapilaritas

Kenaikan atau penurunan zat cair pada pipa kapiler disebabkan oleh adanya tegangan permukaan (γ) yang bekerja pada keliling persentuhan zat cair dengan pipa.
Mengapa permukaan zat cair bisa naik atau turun dalam permukaan pipa kapiler? Gambar diatas menunjukkan zat cair yang mengalami meniskus cekung. Tegangan permukaan menarik pipa ke arah bawah karena tidak seimbang oleh gaya tegangan permukaan yang lain. Sesuai dengan hukum III Newton tentang aksi reaski, pipa akan melakukan gaya yang sama besar pada zat cair, tetapi dalam arah berlawanan. Gaya inilah yang menyebabkan zat cair naik. Zat cair berhenti naik ketika berat zat cair dalam kolam yang naik sama dengan gaya ke atas yang dikerjakan pada zat cair.
w = F
Jika massa jenis zat cair adalah  ρ, tegangan permukaan  γ, sudut kontak  θ, kenaikan zat cair setinggi h, dan jari-jari pipa kapiler adalah r, maka berat zat cair yang naik dapat ditentukan melalui persamaan berikut.
w = m g
w = ρ V g
w =  ρ π r2 h g
Komponen gaya vertikal yang menarik zat cair sehingga naik setinggi h adalah:
F  =(γ  cos θ) (2 π r) = F = 2 π r γ cos θ
Jika nilai F kita ganti dengan  ρ π r2 h g,  maka persamaannya menjadi seperti berikut.
Rumus Gejala Kapilaritas
Keterangan:
h : kenaikan/penurunan zat cair dalam pipa (m)
γ : tegangan permukaan N/m
θ  : sudut kontak (derajat)
ρ : massa jenis zat cair (hg/m3)
r : jari-jari pipa (m)
Gejala kapilaritas banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, naiknya minyak tanah melalui sumbu kompor, pengisapan air oleh tanaman (naiknya air dari akar menuju daun-daunan melalui pembuluh kayu pada batang) dan peristiwa pengisapan air oleh kertas isap atau kain. Selain menguntungkan gejala kapilaritas ada juga yang merugikan misalnya ketika hari hujan, air akan merambat naik melalui pori-pori dinding sehingga menjadi lembap. Dinding yang lembab terjadi karena gejala kapilaritas.
cr ; http://fisikazone.com/gejala-kapilaritas/

materi viskositas

Viskositas

College Loan Consolidation Tuesday, March 17th, 2015 - Kelas XI
Viskositas merupakan ukuran kekentalan fluida yang menyatakan besar kecilnya gesekan di dalam fluida. Makin besar viskositas suatu fluida, maka makin sulit suatu fluida mengalir dan makin sulit suatu benda bergerak di dalam fluida tersebut. Di dalam zat cair, viskositas dihasilkan oleh gaya kohesi antara molekul zat cair. Sedangkan dalam gas, viskositas timbul sebagai akibat tumbukan antara molekul gas.

Viskositas atau Kekentalan Zat Cair

Viskositas zat cair dapat ditentukan secara kuantitatif dengan besaran yang disebut koefisien viskositas (η). Satuan SI untuk koefisien viskositas adalah Ns/m2 atau pascal sekon (Pa s). Ketika kita berbicara viskositas kita berbicara tentang fluida sejati. Fluida ideal tidak mempunyai koefisien viskositas.
Apabila suatu benda bergerak dengan kelajuan v dalam suatu fluida kental yang koefisien viskositasnya  η, maka benda tersebut akan mengalami gaya gesekan fluida sebesar Fs= k η v, dengan k adalah konstanta yang bergantung pada bentuk geometris benda. Berdasarkan perhitungan laboratorium, pada tahun 1845, Sir George Stokes menunjukkan bahwa untuk benda yang bentuk geometrisnya berupa bola nilai k = 6 π r. Bila nilai kdimasukkan ke dalam persamaan, maka diperoleh persamaan seperti berikut.
Fs = 6 π η rv
Persamaan di atas selanjutnya dikenal sebagai hukum Stokes.
Keterangan:
Fs : gaya gesekan stokes (N)
η : koefisien viskositas fluida (Pa s)
r : jari-jari bola (m)
v : kelajuan bola (m/s)
Perhatikan sebuah bola yang jatuh dalam fluida pada gambar dibawah. Gaya-gaya yang bekerja pada bola adalah gaya berat w, gaya apung Fa, dan gaya lambat akibat viskositas atau gaya stokes Fs. Ketika dijatuhkan, bola bergerak dipercepat. Namun, ketika kecepatannya bertambah, gaya stokes juga bertambah. Akibatnya, pada suatu saat bola mencapai keadaan seimbang sehingga bergerak dengan kecepatan konstan yang disebut kecepatan terminal.
viskositasGaya-gaya yang bekerja pada benda yang bergerak dalam fluida
Pada kecepatan terminal, resultan yang bekerja pada bola sama dengan nol. Misalnya
sumbu vertikal ke atas sebagai sumbu positif, maka pada saat kecepatan terminal tercapai berlaku berlaku persamaan berikut.
rumus viskositasUntuk benda berbentuk bola seperti pada gambar diatas, maka persamaannya menjadi seperti berikut.
rumus viskositas fluidaKeterangan:
vT : kecepatan terminal (m/s)
η : koefisien viskositas fluida (Pa s)
R : jari-jari bola (m)
g : percepatan gravitasi (m/s2)
ρb : massa jenis bola (kg/m3)
ρf : massa jenis fluida (kg/m3)

Viskositas Fluida

Untuk viskositas beberapa fluida dapat kita lihat pada tabel berikut!
Viskositas Beberapa Fluida
Pada tabel diatas terlihat bahwa air, udara, dan alkohol mempunyai koefisien kecil sekali dibandingkan dengan gliserin. Oleh karena itu, dalam perhitungan sering diabaikan. Berdasarkan eksperimen juga diperoleh bahwa koefisien viskositas tergantung suhu. Pada kebanyakan fluida makin tinggi suhu makin rendah koefisien viskositasnya. Itu sebabnya di musim dingin oli mesin menjadi kental sehingga kadang-kadang mesin sukar dihidupkan karena terjadi efek viskositas pada oli mesin.
cr ; 

Viskositas

College Loan Consolidation Tuesday, March 17th, 2015 - Kelas XI
Viskositas merupakan ukuran kekentalan fluida yang menyatakan besar kecilnya gesekan di dalam fluida. Makin besar viskositas suatu fluida, maka makin sulit suatu fluida mengalir dan makin sulit suatu benda bergerak di dalam fluida tersebut. Di dalam zat cair, viskositas dihasilkan oleh gaya kohesi antara molekul zat cair. Sedangkan dalam gas, viskositas timbul sebagai akibat tumbukan antara molekul gas.

Viskositas atau Kekentalan Zat Cair

Viskositas zat cair dapat ditentukan secara kuantitatif dengan besaran yang disebut koefisien viskositas (η). Satuan SI untuk koefisien viskositas adalah Ns/m2 atau pascal sekon (Pa s). Ketika kita berbicara viskositas kita berbicara tentang fluida sejati. Fluida ideal tidak mempunyai koefisien viskositas.
Apabila suatu benda bergerak dengan kelajuan v dalam suatu fluida kental yang koefisien viskositasnya  η, maka benda tersebut akan mengalami gaya gesekan fluida sebesar Fs= k η v, dengan k adalah konstanta yang bergantung pada bentuk geometris benda. Berdasarkan perhitungan laboratorium, pada tahun 1845, Sir George Stokes menunjukkan bahwa untuk benda yang bentuk geometrisnya berupa bola nilai k = 6 π r. Bila nilai kdimasukkan ke dalam persamaan, maka diperoleh persamaan seperti berikut.
Fs = 6 π η rv
Persamaan di atas selanjutnya dikenal sebagai hukum Stokes.
Keterangan:
Fs : gaya gesekan stokes (N)
η : koefisien viskositas fluida (Pa s)
r : jari-jari bola (m)
v : kelajuan bola (m/s)
Perhatikan sebuah bola yang jatuh dalam fluida pada gambar dibawah. Gaya-gaya yang bekerja pada bola adalah gaya berat w, gaya apung Fa, dan gaya lambat akibat viskositas atau gaya stokes Fs. Ketika dijatuhkan, bola bergerak dipercepat. Namun, ketika kecepatannya bertambah, gaya stokes juga bertambah. Akibatnya, pada suatu saat bola mencapai keadaan seimbang sehingga bergerak dengan kecepatan konstan yang disebut kecepatan terminal.
viskositasGaya-gaya yang bekerja pada benda yang bergerak dalam fluida
Pada kecepatan terminal, resultan yang bekerja pada bola sama dengan nol. Misalnya
sumbu vertikal ke atas sebagai sumbu positif, maka pada saat kecepatan terminal tercapai berlaku berlaku persamaan berikut.
rumus viskositasUntuk benda berbentuk bola seperti pada gambar diatas, maka persamaannya menjadi seperti berikut.
rumus viskositas fluidaKeterangan:
vT : kecepatan terminal (m/s)
η : koefisien viskositas fluida (Pa s)
R : jari-jari bola (m)
g : percepatan gravitasi (m/s2)
ρb : massa jenis bola (kg/m3)
ρf : massa jenis fluida (kg/m3)

Viskositas Fluida

Untuk viskositas beberapa fluida dapat kita lihat pada tabel berikut!
Viskositas Beberapa Fluida
Pada tabel diatas terlihat bahwa air, udara, dan alkohol mempunyai koefisien kecil sekali dibandingkan dengan gliserin. Oleh karena itu, dalam perhitungan sering diabaikan. Berdasarkan eksperimen juga diperoleh bahwa koefisien viskositas tergantung suhu. Pada kebanyakan fluida makin tinggi suhu makin rendah koefisien viskositasnya. Itu sebabnya di musim dingin oli mesin menjadi kental sehingga kadang-kadang mesin sukar dihidupkan karena terjadi efek viskositas pada oli mesin.
cr; 

Viskositas

College Loan Consolidation Tuesday, March 17th, 2015 - Kelas XI
Viskositas merupakan ukuran kekentalan fluida yang menyatakan besar kecilnya gesekan di dalam fluida. Makin besar viskositas suatu fluida, maka makin sulit suatu fluida mengalir dan makin sulit suatu benda bergerak di dalam fluida tersebut. Di dalam zat cair, viskositas dihasilkan oleh gaya kohesi antara molekul zat cair. Sedangkan dalam gas, viskositas timbul sebagai akibat tumbukan antara molekul gas.

Viskositas atau Kekentalan Zat Cair

Viskositas zat cair dapat ditentukan secara kuantitatif dengan besaran yang disebut koefisien viskositas (η). Satuan SI untuk koefisien viskositas adalah Ns/m2 atau pascal sekon (Pa s). Ketika kita berbicara viskositas kita berbicara tentang fluida sejati. Fluida ideal tidak mempunyai koefisien viskositas.
Apabila suatu benda bergerak dengan kelajuan v dalam suatu fluida kental yang koefisien viskositasnya  η, maka benda tersebut akan mengalami gaya gesekan fluida sebesar Fs= k η v, dengan k adalah konstanta yang bergantung pada bentuk geometris benda. Berdasarkan perhitungan laboratorium, pada tahun 1845, Sir George Stokes menunjukkan bahwa untuk benda yang bentuk geometrisnya berupa bola nilai k = 6 π r. Bila nilai kdimasukkan ke dalam persamaan, maka diperoleh persamaan seperti berikut.
Fs = 6 π η rv
Persamaan di atas selanjutnya dikenal sebagai hukum Stokes.
Keterangan:
Fs : gaya gesekan stokes (N)
η : koefisien viskositas fluida (Pa s)
r : jari-jari bola (m)
v : kelajuan bola (m/s)
Perhatikan sebuah bola yang jatuh dalam fluida pada gambar dibawah. Gaya-gaya yang bekerja pada bola adalah gaya berat w, gaya apung Fa, dan gaya lambat akibat viskositas atau gaya stokes Fs. Ketika dijatuhkan, bola bergerak dipercepat. Namun, ketika kecepatannya bertambah, gaya stokes juga bertambah. Akibatnya, pada suatu saat bola mencapai keadaan seimbang sehingga bergerak dengan kecepatan konstan yang disebut kecepatan terminal.
viskositasGaya-gaya yang bekerja pada benda yang bergerak dalam fluida
Pada kecepatan terminal, resultan yang bekerja pada bola sama dengan nol. Misalnya
sumbu vertikal ke atas sebagai sumbu positif, maka pada saat kecepatan terminal tercapai berlaku berlaku persamaan berikut.
rumus viskositasUntuk benda berbentuk bola seperti pada gambar diatas, maka persamaannya menjadi seperti berikut.
rumus viskositas fluidaKeterangan:
vT : kecepatan terminal (m/s)
η : koefisien viskositas fluida (Pa s)
R : jari-jari bola (m)
g : percepatan gravitasi (m/s2)
ρb : massa jenis bola (kg/m3)
ρf : massa jenis fluida (kg/m3)

Viskositas Fluida

Untuk viskositas beberapa fluida dapat kita lihat pada tabel berikut!
Viskositas Beberapa Fluida
Pada tabel diatas terlihat bahwa air, udara, dan alkohol mempunyai koefisien kecil sekali dibandingkan dengan gliserin. Oleh karena itu, dalam perhitungan sering diabaikan. Berdasarkan eksperimen juga diperoleh bahwa koefisien viskositas tergantung suhu. Pada kebanyakan fluida makin tinggi suhu makin rendah koefisien viskositasnya. Itu sebabnya di musim dingin oli mesin menjadi kental sehingga kadang-kadang mesin sukar dihidupkan karena terjadi efek viskositas pada oli mesin.
cr;http://fisikazone.com/viskositas/

materi fluida bergerak

Fluida Bergerak

College Loan Consolidation Tuesday, March 17th, 2015 - Kelas XI
Fluida bergerak contohnya adalah asap yang bergerak. Tampak garis aliran laminer yang stasioner pada penngujian tingkat aerodinamis desain mobil. Materi fisika yang berkaitan dengan fluida bergerak, antara lain, persamaan kontinuitas, hukum Bernoulli yang membahas tekanan pada fluida yang bergerak, dan penerapan hukum Bernoulli.

Contoh Fluida Bergerak

Fluida bergerak

Persamaan Kontinuitas Pada Fluida Bergerak

Pada saat kita akan menyemprotkan air dengan menggunakan selang, kita akan melihat fenomena fisika yang aneh tapi nyata. Ketika lubang selang dipencet, maka air yang keluar akan menempuh lintasan yang cukup jauh. Sebaliknya ketika selang dikembalikan seperti semula maka jarak pancaran air akan berkurang. Fenomena fisika tersebut dapat dijelaskan dengan mempelajari bahasan tentang persamaan kontinuitas berikut.
Persamaan kontinuitas menghubungkan kecepatan fluida di suatu tempat dengan tempat lain. Sebelum menurunkan hubungan ini, kita harus memahami beberapa istilah dalam aliran fluida. Garis alir (stream line) didefinisikan sebagai lintasan aliran fluida ideal (aliran lunak). Garis singgung di suatu titik pada garis alir menyatakan arah kecepatan fluida. Garis alir tidak ada yang berpotongan satu sama lain. Tabung air merupakan kumpulan dari garis-garis alir. Pada tabung alir, fluida masuk dan keluar melalui mulut-mulut tabung. Fluida tidak boleh masuk dari sisi tabung karena dapat menyebabkan terjadinya perpotongan garis-garis alir. Perpotongan ini akan menyebabkan aliran tidak lunak lagi.
Persamaan Kontinuitas Pada Fluida BergerakDebit fluida yang masuk sama dengan yang keluar
Misal terdapat suatu tabung alir seperti tampak pada gambar diatas. Air masuk dari ujung kiri dengan ke cepatan v1 dan keluar di ujung kanan dengan kecepatan v2. Jika kecepatan fluida konstan, maka dalam interval waktu Δt fluida telah menempuh jarak Δs1= v1 x Δt. Jika luas penampang tabung kiri A1 maka massa pada daerah yang diarsir adalah :
Δm =  ρ1 A1 ΔS1  =  ρ1 A2 v1 Δt
Demikian juga untuk fluida yang terletak di ujung kanan tabung, massanya pada daerah yang diarsir adalah :
Δm2 =  ρ2 A2 ΔS1  =  ρ2 A2 v2 Δt
Karena alirannya lunak (steady) dan massa konstan, maka massa yang masuk penampang A1 harus sama dengan massa yang masuk penampang A2. Oleh karena itu persamannya menjadi:
Persamaan Kontinuitas FluidaPersamaan di atas dikenal dengan nama persamaan kontinuitas. Karena fluida inkonpresibel (massa jenisnya tidak berubah), maka persamaan menjadi:
A1 v1  =  A2 v2
Menurut persamaan kontinuitas, perkalian luas penampang dan kecepatan fluida pada setiap titik sepanjang suatu tabung alir adalah konstan. Persamaan di atas menunjukkan bahwa kecepatan fluida berkurang ketika melewati pipa lebar dan bertambah ketika melewati pipa sempit. Itulah sebabnya ketika orang berperahu disebuah sungai akan merasakan arus bertambah deras ketika sungai menyempit.
Perkalian antara luas penampang dan volume fluida (A × v) dinamakan laju aliran atau fluks volume (dimensinya volume/waktu). Banyak orang menyebut ini dengan debit (Q = jumlah fluida yang mengalir lewat suatu penampang tiap detik). Secara matematis dapat ditulis :
Q = A × v = V/t
dengan V menyatakan volume fluida bergerak yang mengalir dalam waktu t.
cr:http://fisikazone.com/fluida-bergerak/

tekanan fluida dinamik

Tekanan Dalam Fluida Dinamik

College Loan Consolidation Tuesday, March 17th, 2015 - Kelas XI
Tekanan dalam fluida dinamik telah diamati oleh Daniel Bernoulli. Hubungan antara tekanan dan kedalaman di dalam fluida telah kita pelajari pada materi fisika tentang fluida tak bergerak. Sekarang, bagaimana hubungan antara tekanan dan kecepatan di dalam fluida? Daniel Bernoulli telah membuktikan bahwa makin besar kecepatan fluida, makin kecil tekanannya. Begitu juga sebaliknya, makin kecil kecepatan fluida, makin besar tekanannya. Pernyataan tersebut dikenal sebagai asas Bernoulli.

Tekanan Dalam Fluida Dinamik

Perhatikan gambar (a) dibawahg. Terlihat pada gambar tinggi kolom air A, B, dan C berbeda . Hal ini disebabkan tekanan di titik A, B, dan C berbeda. Tekanan terbesar ada pada kolom air A dan tekanan terkecil ada pada kolom air C.
Tekanan Dalam Fluida Dinamik(a) Fluida dinamik (b) Skema untuk menyelidiki tekanan pada fluida mengalir
Perhatikan gambar (b) diatas Berdasarkan persamaan kontinuitas, pipa B akan memiliki kelajuan paling besar, karena memiliki diameter pipa paling kecil. Hasil pengamatan menunjukkan pada kolom B kenaikan permukaan airnya paling rendah. Hal ini menunjukkan pada titik B tekanannya paling rendah.
Dalam kehidupan sehari-hari, cukup banyak peristiwa yang melibatkan asas Bernoulli ini. Misalnya, kita sedang mengendarai sepeda motor, kemudian tiba-tiba ada sebuah mobil mendahului dengan posisi sangat berdekatan. kita pasti merasakan suatu tarikan ke arah mobil tersebut. Hal ini terjadi karena ruang antara sepeda motor dengan mobil cukup sempit sehingga kecepatan udara menjadi lebih cepat dibanding pada tempat lain. Naiknya kelajuan udara menyebabkan tekanan pada ruang ini menjadi lebih rendah dibanding ke tempat lain. Oleh karena itu, kita mendapat tekanan yang lebih besar dari sisi luar sepeda motor dan mobil.

Persamaan Bernoulli Untuk Tekanan Dalam Fluida Dinamik

Ketika mencoba menutup lubang selang di mana air sedang mengalir ke luar, apa yang kita rasakan? kita tentu merasakan gaya dorong (tekanan) dari air tersebut. Hal yang mirip terjadi ketika kita berdiri di tengah angin yang cukup besar. Di sini udara yang bergerak mengerjakan gaya tekan pada tubuh kita. Kedua peristiwa di atas menunjukkan bahwa fluida yang bergerak dapat menimbulkan tekanan. Besarnya tekanan akibat gerakan fluida dapat dihitung dengan konsep kekekalan energi atau prinsip usaha dan energi.
Perhatikan gambar diatas. Suatu fluida yang massa jenisnya  dialirkan ke dalam pipa dengan penampang yang berbeda. Tekanan p1 pada penampang A1 disebabkan oleh gaya F1 dan tekanan p2 disebabkan oleh gaya F2. Gaya F1 melakukan usaha sebesar w1F1s1 dan F2 melakukan usaha sebesar w2 = -F2 s2. Tanda negatif menyatakan bahwa gaya yang bekerja ke arah kiri, sedangkan perpindahan ke arah kanan. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut.
Rumus Tekanan Dalam Fluida Dinamik
Besar usaha total ini sesuai dengan perubahan energi mekanik (Ep + Ek) yang terjadi saat fluida berpindah dari bagian penampang A1 ke A2.
Rumus Tekanan Dalam Fluida Dinamik 2.jpg
Jadi , p + ρgh + \frac{1}{2}ρv2 = konstan.
Persamaan diatas dikenal sebagai persamaan Bernoulli. Besaran ρgh adalah energi potensial fluida per satuan volume \left ( \frac {E_{p}}{V} \right ). Nilai \frac{1}{2}ρvadalah energi kinetik fluida per satuan volume \left ( \frac {E_{k}}{V} \right ) sebab \frac {m}{V} = ρ
Berdasarkan persamaan Bernoulli, dapat diturunkan persamaan umtuk fluida bergerak dan tidak bergerak.

1) Untuk Fluida Tidak Bergerak

Untuk Fluida Tidak BergerakSkema persamaan Bernoulli untuk fluida tidak bergerak
Perhatikan gambar diatas, karena fluida diam, maka kecepatan v1 = v2 = 0. Oleh karena itu, diperoleh persamaan seperti berikut.
p1 + ρgh1 + 0 = p2 + ρgh2 + 0
p1 – p2 = ρg(h2 - h1)

2) Untuk Fluida yang Mengalir dalam Pipa Horizontal (h1 = h2)

Perhatikan gambar dibawah, karena h1 = h2, maka persamaannya menjadi seperti berikut.
p1 + \frac{1}{2}ρh12  = p2 + \frac{1}{2}ρgh22
p1 – p2 = \frac{1}{2}ρ(h22 - h1)
Untuk Fluida yang Mengalir dalam Pipa HorizontalSkema persamaan Bernoulli untuk fluida yang mengalir di dalam pipa horizontal
cr;http://fisikazone.com/tekanan-dalam-fluida-dinamik/